KARAKTERISTIK MITRA DAKWAH ( Kitab Al-Madkhal ila 'ilmi ad-Da'wah Karya Muhammad Al-Bayanuni)
Pendahuluan
Dalam
hal ini, penulis membahas tentang karakteristik mitra dakwah dan permasalahanya
yang meliputi pengertian dan macam-macamnya. Hal ini dikarenakan banyak
dikalangan para da’i atau calon-calon da’i sebagian belum terlalu
mengerti mengenai hal-hal tersebut. Oleh karena itu pembahasan ini tentu sangat
penting bagi kita untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya bagi mereka
yang berperan sebagai da’i.
Pembahasan
A.
Pengertian Mitra Dakwah
Pengertiannya: telah kita ketahui
sebelumnya pada pengantar atau pendahuluan bahwa objek dakwah atau mitra dakwah
ialah: “orang yang dikenakan dakwah”, yaitu manusia secara global baik yang
dekat maupun yang jauh, orang islam ataupun non islam, laki-laki maupun perempuan.
Dalam definisi lebih luas lagi bahwa
kerabat-kerabat dekat dari pendakwah lebih didahulukan untuk di dakwahi atau diajak,
dan lebih berhak daripada yang lain untuk di dakwahi, maka kerabat-kerabat
dekat lebih utama atau lebih diutaman
untuk diberi pencerahan ataunpengetahuan (dakwah). Sebagaimana firman
Allah:
“Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat” (QS. Asy-Syu’ara: 214).
Dan paling dekat nya kerabat dekat
seorang pendakwah di lingkungannya ialah Dirinya sendiri (Pendakwah itu
sendiri). Sebagaimana firman Allah:
“Sung guh beruntung orang yang
mensucikannya (jiwaa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”.( QS.
Asy-Syam: 9-10).
Kemudian barulah dilanjutkan dakwah atau ajakan
kepada keluargannya (pendakwah). Sebagaimana firman Allah: “Wahai orang-orang
yang beriman! periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS.
At-Tahrim: 6). Dan didalam ayat lain Allah berfirman: “Dan perintahkanlah
keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya.”(QS. Tha-Ha:
132). Kemudian barulah menyerukan atau mendakwah kan kepada seluruh kerabat,
akan tetapi hendaknya mendahulukan kerabat-kerabat terdekat terlebih dahulu,
kemudian barulah kepada tetangga-tetangga atau manusia-manusia lainnya.
Dan kamu lupa akan maksud dari
keutamaan dan kedudukan dakwah ini yaitu untuk menghilangkan kelalaian yang
sering terjadi di kalangan pendakwah-pendakwah saat ini, dimana mereka sibuk
mendakwahkan orang lain daripada mendakwah kan diri mereka sendiri (sibuk
mengajak orang lain kepada kebaikan sedang mereka sendiri tidak mengerjakannya
atau lalai dalam hal tersebut) atau mereka (pada dai atau pendakwah) itu lebih
banyak berdakwah kepada orang-orang yang jauh dari mereka sedang kerabat-kerabat
dekat nya tidak di dakwahi, di ajak kepada kebaikan itu. Allah SWT berfirman: “Mengapa
kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan
dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?”
(QS. Al-Baqarah: 44).
B.
Hak Mitra Dakwah
Sesungguhnya seorang objek dakwah
itu mempunyai hak-hak, seperti hal nya dia mempunyai kewajiban-kewajiban, dan
adapun hak yang paling utama seorang mitra dakwah berada dibawah tanggung jawab
para penda’i pendakwah nya.
Hendaknya seorang pendakwah da’i
itu benar-benar ingin mengajak, atau benar-benar ingin menyampaikan dakwah
kepada mereka (mitra dakwah), dan jangan sampai dakwah yang disampaikan itu
bersifat main-main atau tidak serius (tidak dipersiapkan dengan matang) seperti
halnya salah satu hak dari para mitra dakwah itu ialah mereka semua menghendaki
atau ingin (serius) dalam menerima dakwah dan tidak
ada satupun dari mereka yang meremehkan hal tersebut. Maka sungguh Allah SWT
telah mengutus rasul-Nya kepada manusia, untuk memenuhi hak-hak mereka (manusia)
di satu sisi, dan di sisi lain ialah untuk menyampaikan dalil atau firman Allah
SWT.
Maka dari itu, syari’at agama menetapkan
bahwa tidak ada sangsi atau siksa terhadap suatu kaum hingga di tunjukkan
hujjah atau dalil baik itu ayat-ayat Allah kepada mereka. Sebagaimana firman
Allah: “tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rosul”
(QS. Al-Isra: 15)
Dan sungguh Rasulullah saw. telah
menunaikan hak tersebut. Beliau memberi kabar gembira kepada umat dan
mengingatkan mereka yang kemudian dakwah itu dilanjutkan setelah beliau oleh
para sahabat. Menyebarkan agama untuk di seluruh penjuru dunia secara
menyeluruh. Karena sesungguhnya dakwah ini tiada lain, kecuali bertujuan untuk
mengangkis mereka dari kegelapan menuju alam yang terang benderang.
Allah swt. berfirman: “kamu (ummat
islam) adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu)
menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari hal yang mungkardan beriman
kepada allah ((Ali Imron: 110))
Rasulullah saw. dalam menyebarkan dakwahnya, tidak pernah
membeda-bedakan antara yang besar dan yang kecil, yang laki-laki dan perempuan,
baik yang dekat maupun yang jauh. Dakwah
Beliau saw. kepada kerabat-kerabat tidak menjadikannya lupa akan dakwah beliau
terhadap yang jauh, dakwahnya merata untuk seluruh ummat, kesibukan Beliau
berdakwah kepada rakyat biasa tidak membuatnya mengesampingkan para pe mimpin,
kepada kaum yang kuat juga tidak meninggalkan kaum yang lemah, dan ketika masa
penyebaran dakwah itu ada sesuatu yang sulit dilakukan. Allah swt. berfirman
((Abasa: 1-4))
C.
Kewajiban mitra dakwah
Sesungguhnya yang paling penting bagi mitra dakwah adalah
sebagai berikut: yaitu agar supaya mitra dakwah
melaksanakan dakwah yang sebenarnya, maka objek dakwah tidak berhak mempertentangkan
komitmen dakwah yang sudah dilakukan, jika hal tersebut ia lakukan maka berarti
ia sama halnya membodohi dirinya, atau memang ia lemah dalam kepribadiannya.
Seperti yang telah allah perintahkan kepada hambanya yang beriman untuk
menyampaikan atau melaksanakan kebenaran. Allah swt berfirman.
Dan jika seorang mitra dakwah menerima
pesan dakwah yang telah ia dapatkan dan jangan meremehkan, sebab
sesungguhnya ia berkewajiban untuk mengaplikasikan dan tidak menentangnya.
D.
Golongan Mitra Dakwah
Manusia akan tergolong dengan
sendirinya setelah menerima pesan dakwah. Maka mitra dakwah mempunyai kewajiban
untuk mendakwahkan kembali dan sebagian dari mereka juga tergolong menentang
terhadap dakwah.
Lihat (ayat al-baqoroh 213)
Maka sebagian dari mereka ada yang mendapatkan
petunjuk dan ada pula yang tersesat, sehingga mereka melaksanakan dakwah dan
ada pula yang menentang dakwah, sebagaimana ia mendapat atau memperoleh hidayah
atau petunjuk namun ia mengingkarinya.
Sebagaimana yang telah ditetapkan di
awal surat al-baqoroh bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan yaitu mu’min,
kafir, munafik
Dan jika ditinjau dari dalil yang benar Al-Qur’an maupun hadist,
maka kita dapat membagi objek dakwah menjadi dua bagian:
1.
Dari
golongan muslim atau mu’min dan mereka mengetahui betul istilah-istilah dakwah.
Dan mereka tergolong manusia yang di dakwahnya. Dan mereka tergolong dengan
jumlah yang banyak
2.
Orang-orang
kafir (non muslim) mereka juga
mengetahui istilah-istilah dakwah
a.
Golongan Orang Muslim
Klasifikasi orang Islam di tinjau dari dua aspek:
1. Kalangan orang tercerahkan dan tersesatkan
2. Kalangan orang skeptisme dan aksiomatisme terhadap komitmen Islam.
Adapun kalangan pertama terbagi
menjadi dua elemen diantaranya: orang Islam mendapatkan petunjuk dan orang
Islam yang berada dalam kesesatan. Dua hal tersebut yang acap kali di jadikan
indikator oleh kita untuk menilai seseorang yg beragama dengan dalih karena
munculnya sikap apatis orang-orang Islam terhadap kefundamentalisan dalam
berkeyakinan, sehingga mengakibatkan mereka mengalami distorsi teologis (masih
berada dalam koridor Islam). Sebagai salah satu representatif dari sikap di
atas yaitu dengan munculnya pembiasan terhadap perspektif teologi Islam yang
sangat ironis bagi keislamannya. Dimana hal tersebut sudah pernah terjadi pada
kelompok syi'ah dan khawarij, dimana mereka yang cenderung mengadopsi paham
tektualisme atau verbalisme sehingga menyebabkan pemahaman yang sempit akan
subtansi ajaran Islam itu sendiri dan mengalami paradoksionalis teologis, namun
lebih ironisnya lagi, mereka tidak tanggung-tanggung mengkafirkan orang yang tidak sepaham sama
mereka.
Adapun klasifikasi kedua terbagi tiga
elemen:
1. Kalangan
pecinta kebaikan (orang shaleh)
2. Kalangan
pendusta atau pelaku dosa
3. Kalangan
pertengahan diantara mereka (moderatisme)
Munculnya tiga kalangan tersebut
bukanlah suatu ke-eksentrikan di zaman sekarang, akan tetapi hal tersebut
menjadi suatu yang bersifat primordial dari sejak zaman pata rasul dahulu kala,
sebagaimana yang di jelaskan dalam al-Quran surah al-Fathir: 32. Dimana
dijelaskan dalam ayat tersebut tentang tiga indikasi golongan tersebut secara
eksplisit yaitu orang-orang kafir, munafik dan golongan orang-orang pertengahan
diantara mereka.
Di dalam hadis
juga dibsebutkan tentang tiga golongan tersebut yang mana di riwayatkan oleh
imam Tirmizi yg bunyinya: barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka
dia kafir atau musyrik. (HR. Tirmizi).
Dari beberapa deskripsi di atas tentang
klasifikasi orang-orang Islam. Maka langakah selanjutnya bagaimana metode kita
untuk mengajak atau mendakwahi mereka ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran
Islam, yaitu dengan cara mengetahui terlebih dahulu kondisi, karakter,
paradigma diantara meraka dan pola kehidupan mereka. Yang tentunya harus di
bumbui dengan retorika yang indah dan persuasif sehingga kita bisa merangkul
mereka ke ajaran dan tuntunan islam yang benar serta tidak membahayakan nilai-nilai
ideologi. Berikut beberapa metode yang akan di jelaskan di bawah ini sesuai dengan
tingkatan klasifikasi di atas:
Metode pertama untuk kalangan pecinta
kebaikan atau orang-orang soleh yaitu dangan cara menambahkan atau mengokohkan
sifat kebaikan dan ketakwaan terhadap mereka, perlu diketahui untuk mencapai
atau menyelesaikan hal ini memerlukan estimasi waktu cukup lama.
Metode kedua untuk kalangan para pelaku
dosa atau pendusta yaitu dengan cara merangkul mereka atau mengayomi mereka,
agar segera merenungkan agar kembali kepada tuhannya, dan membuang perbuatan
tercela dengan sikap persuasif, sehingga mereka dapat menyesali perbuatan
tercelanya.
Metode ketiga untuk kalangan yang berada
diantara kesolehan dan kedzaliman (moderatisme) yaitu dengang cara memberikan
wejengan yang bersifat konsisten dalam menjalankan ketaatan ajaran islam dan
megajaknya untuk meninggalkan hal yang tercela dengan cara yang persuasif yang
tidak kalah pentingnya yaitu merekonsiliasi kembali nilai2 ideologi yang benar.
Sebagaimana yng difirmankan Allah dalam al-Quran surah az-Zumar:53 dan QS.
Al-A'rof: 209.
Beginilah agama Islam mengajarkan pada
kita tentang metode berdakwah yang persuasif dan benar dalam menghadapi
beberapa kalangan atau komunitas yang berbeda. Diamana dri penjelasan di atas
dapat disimpulkan bahawa dalam metodologi berdakwah tidak pernah terlepas dari metode dan seni
beretorika yang baik, agar tidak semena-mena dlam menjalankan dakwah sesuai dengan
hawa nafsunya tanpa melihat aspek-orang, polarisasi masyarakat dan hal yang
subtansional.
b.
Golongan orang-orang yang ingkar atau tidak percaya
Orang yang
tidak percaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut;
1.
Ateis:
yaitu golongan orang-orang yang mengingkari atau menyangkal keberadaan Allah
Swt dan mereka menentangnya seperti halnya yang teradi di masa lalu sebagaimana
telah diungkapkan dan diceritakan didalam Al-Qur’an Kehidupan itu tidak lain
hanyalah kehidupan kita didunia ini (disanalah kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan lagi, dan mereka berkata kehidupan ini tidak lain
hanyalah kehidupan didunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan
membinasakaln kita, kecuali masa tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu mereka hanya menduga-duga
saja.
Seperti halnya dengan hari yang mereka katakan, tidak
ada tuhan, dan hidup itu adalah peljaran;
2.
Orang-orang
musyrik yang menyembah memuja berhala yaitu orang-orang yang menyekutukan allah swt
dengan yang lainny, dalam keyekinan ataupun ibadah yang tuhan beritahukan
kepada kami dan mengatakan, sebagaimana golongan tersebut telah dibagi menjadi
dua golongan yaitu:
a.
Kafir
asli : adalah orang yang tumbuh besar (hidup) atas kekufuran , pengingkaran
atau penentangan dan pemujaan terhadap berhala .
b.
Kafir
murtad : adalah yang dulunya seorang muslim lalu kemudian ia kembali lagi
kepada sebuah kekufuran kembali lagi ke agamanya yang semula .
Dan setiap
golongan dari mereka mempunyai hukum-hukum tertentu yg berlaku pd golongan itu
sendiri , dan mereka semua wajib kita ajak untuk beriman hanya kepada Allah SWT ,dan meninggalkan kekufuran
serta kemusyrikan mereka , dan betapa banyaknya ayat-ayat Al Qur'an yg telah
menerangkan bagaimana untuk menyeru mereka.
3 - Ahlul kitab : mereka
adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Rasulullah Saw yang mana mereka
itu adalah penganut agama-agama terdahulu , seperti orang Yahudi dan Kristen ,
dan mereka disebut ahlul kitab karena mereka ternisbatkan terhadap kitab-kitab
agama mereka terdahulu dan mereka di sifatkan dengan sifat ini walaupun
kebanyakan dari mereka yang terjerumus kepada kesyirikan dan pemujaan berhala ,
dengan meninjau dari asalnya , sebagaimana Allah telah menentukan mereka dengan
beberapa hukum- hukum terdahulu .
Dan
golongan ini juga wajib kita seru untuk beriman hanya kepada Allah SWT saja
seperti golongan yang lainnya , dan beriman dengan rukun-rukun nya iman dan
bahwasanya Islam itu merupakan agama terakhir , jikalau mereka sudah memenuhi
panggilan atau seruan tersebut?, maka
baru kita seru mereka untuk melakukan amal-amal lainnya seperti shalat dan
puasa , sebagaimana yang telah tertera dalam hadist yang di riwayatkan dari
sahabat Mu'adz ra , bahwasanya Rasulullah Saw bersabda , beliau berkata kepada
sahabat Mu'adz " sesungguhnya kamu
( Mu'adz ) akan mendatangi suatu kaum dari ahlul kitab, maka jika kamu telah
mendatangi berjumpa dengan mereka serulah mereka untuk bersaksi bahwa
sesungguhnya tiada tuhan selain Allah , dan sesungguhnya nabi Muhammad adalah
utusan Allah , dan jika mereka mematuhi seruanmu untuk itu ( untuk bersyahadat
) , maka kabarkanlah kepada mereka bahwa Allah sungguh telah mewajibkan kepada
mereka untuk mengerjakan shalat lima waktu .... ( Hadist ) .
Dan
mereka tidak keluar dari hukum-hukum yang mencakup sifat - sifatnya ornag kafir
, karena mereka tidak mengikuti seruan nabi Muhammad Saw , Allah SWT berfirman
: " dan barang siapa mencari agama selain Islam , dia tdk akan di terima ,
dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi " ( Ali Imran : 85 )
4 - orang -
orang munafiq : mereka adalah
orang-orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislamannya atau mereka
hanya Islam luarnya tapi sebenarnya batinnya kufur , dan mereka adalah galongan
orang-orang kafir yang lebih mengkhawatirkan atau lebih berbahaya karena
ketidakjelasan perkara mereka dan sandiwara mereka dihadapan orang lain , hal
itu jelas ketika mereka masuk berada di
tengah orang - orang mu'min , oleh karena itu maka balasan siksaan terhadap mereka
( munafiqun ) lebih pedih / parah dari pada siksaan terhadap selain mereka .
Allah
berfirman : " sungguh , orang orang munafik itu (ditempatkan) pada
tingkatan yang paling bawah dari neraka . Dan kamu tidak akan mendapat seorang
penolong pun bagi mereka ," ( an
nisa' : 145 )
Dan
sebagaimana telah Allah firmankan yg menerangkan sifat - sifat mereka ( orang
munafiq ) : "{142} sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah ,
tetapi Allah lah yang menipu mereka , apabila mereka berdiri untuk shalat
mereka lakukan dg malas , mrk bermaksud riya' (ingin di puji ) di hadapan
manusia . Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. { 143 } mrk
dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tdk termasuk kpd
golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang
kafir). barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah , mk km tdk akan mendapatkan
jalan (untuk memberi petunjuk) baginya." ( an - nisa' 142 - 143 )
Dan
sebagaimana juga Allah berfirman tentang mereka ( orang munafik ) : " {14}
dan apabila mereka berjumpa dg orang yang beriman , mereka berkata " kami
telah beriman " tetapi apabila mereka kembali kepada setan setan ( para
pemimpin ) mereka , mereka berkata " sesungguhnya kami bersama kamu, kami
hanya berolok olok , ( Al Baqarah : 14 - 20 )
Dan
mereka juga wajib diseru untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan sifat
kemunafikan, sebagaimana yang lain diseru begitu juga, setiap golongan memiliki
cara dalam berdakwah, orang yang kekufurannya telah jelas tidak sama seperti
mendakwahkan orang yang kekufurannya masih tersembunyi, dan seterusnya Dan
sesungguhnya selain orang orang yang beriman dalam setiap masa dan tempat,
mereka tidak akan keluar dari galongan - golongan prinsip dasar orang orang
kafir, ketika nama - nama mereka berbeda dan juga cara mendakwah mereka
bermacam-macam , maka sungguh ini semua telah ada sejak dulu pada zaman nabi
Saw , dan akan terus ada di tengah tengah manusia hingga hari kiamat Al Qur'an
dan Sunnah nabi merupakan dua hal pedoman yang mencakup, memuat metode - metode
berdakwah terhadap mereka dan juga cara untuk menghadapi mereka dan telah ditulis
berbagai penyelidikan atau pembahasan - pembahasan tertentu tentang cara
berdakwah terhadap mereka yang sangat berguna bagi penda'i dalam berdakwah kepada
mereka .
Penutup
KARAKTERISTIK MITRA DAKWAH

Bagus, hanya kurang rapi.
BalasHapusAlhamdulillah... Karyanya Bagus. Ilmunya bisa bermanfaat
BalasHapusBagus tinggal di lanjutkan lg dan di kembangkan lgi ilmu.a
BalasHapusPenulisan yg sangat bermanfaat,, semoga ilmu tersebut dapat diterima dengan mudah bagi para pembaca..
BalasHapusTerimakasih
HapusTulisan yang bermanfaat
BalasHapusKalau bisa jangan antara muslim dan kafir tapi muslim dan non muslim
BalasHapusCukup memberikan wawasan di kalangan muda mudi
Terima kasih mas
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApa alasan anda
HapusThe great articlr
BalasHapusMenarik, mungkin bisa di perluas lagi variabelnya sehingga wawasan kedalaman ilmu yg dikaji semakin dalam. Terima kasih
BalasHapusVariable yg mana yah
HapusKeren tau. Bagaimanapun karya ilmiah dengan reverensinya, penjelasan yang luas dan analisa yang tajam dari penulis juga tidak kalah penting. Karena salah satu tradisi cendekia muslim yang telah mendahui kita adalah "Yufassiru Ba'dhuhum Ba'dhan". Lanjutkan!
BalasHapusKerennn
BalasHapusAlhamdulillah, menambah ilmu baru . Terimakasih 🙏
BalasHapusIde tulisannya bagus, hanya saja tatanan bahasanya perlu dipercantik lagi dengan banyak latihan. Dan penulisan ilmiah gak sama seperti nulis cerpen, esai dan yang lainnya. Jadi pelajari pula cafa nulis ilmiahnya.
BalasHapusLanjutkan dan kembangkan.
👍
BalasHapusGood
BalasHapus👍
BalasHapusWagelaseehhhhhh
BalasHapusAlhamdulillah om hendi udh move on... Lanjutkan om hendi jgn putus tengah jalan... Semangat...!!!
BalasHapusKereeeen, semoga bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusSuper sekali, lanjutkan bang hendi
BalasHapusHasil terjemahan yg apik!
BalasHapusSemoga bisa menjadi refrensi bagi yang membutuhkan kelak!
Good job.
Mantap gan!!! hehe
BalasHapusSemoga bisa memberi manfaat yang besar untuk perkembangan dakwah....
Keren kalii, cukup keren, keren kaliiii.
BalasHapusSemoga bermanfaat bgi pembaca
Good jov.....friend👍
BalasHapusGood jov.....friend👍
BalasHapusGood jov.....friend👍
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya :)
BalasHapusbagus 👍
BalasHapusterua kembangkan dan terimakasih ilmunya
Jadi bersemangat nih buat dakwah. Semangat min ditunggu karya selanjutnya semoga lebih baik dan lebik menarik
BalasHapusYaaa lumayannlah
BalasHapusTerimakasih atas share ilmunya yang manfaat ini :-)
BalasHapusNice, ditunggu karya selanjutnya ....
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagus2 mas
BalasHapusSangat menambah ilmu khususnya bagi para pedakwah
BalasHapusTerima kasih sudah menambah wawasan baru saya ��
BalasHapusAlhamdulillah lanjutkan menulis..
BalasHapuswah.. menarik kakak.. nice info. harusnya ini sebagai wawasan juga bagi orang di luar. apalagi orang yang membenci kaum kafir yang harusnya jadi objek dakwah dan dapat dakwah. eh, malah dimusuhi... :'(
BalasHapusPembahasannya sangat menarik namun untuk penulisannya perlu diperbaiki lagi, karena beberapa kata disingkat.
BalasHapusTerima kasih mbak elida
HapusTerimakasih atas tulisannya, ini bisa membuat calon dai lebih memahami mitra dakwah
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMantablah ,,tingkatkn lgi
BalasHapusSubhanallah luar biasa srkali, ilmunya bisa jadi motivasi kedepan agar lebih baik
BalasHapusGood idea, sangat bermanfaat bagi para pembaca.
BalasHapusBagus sekali bang Hendi mantap (y), dilanjutkan terus menulis dan berkaryanya!
BalasHapus.
#SalamAksara
Terimakasih
BalasHapus