KARAKTERISTIK MITRA DAKWAH ( Kitab Al-Madkhal ila 'ilmi ad-Da'wah Karya Muhammad Al-Bayanuni)

Pendahuluan
Dalam hal ini, penulis membahas tentang karakteristik mitra dakwah dan permasalahanya yang meliputi pengertian dan macam-macamnya. Hal ini dikarenakan banyak dikalangan para da’i atau calon-calon da’i sebagian belum terlalu mengerti mengenai hal-hal tersebut. Oleh karena itu pembahasan ini tentu sangat penting bagi kita untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya bagi mereka yang berperan sebagai da’i.
Pembahasan
A.    Pengertian Mitra Dakwah
Pengertiannya: telah kita ketahui sebelumnya pada pengantar atau pendahuluan bahwa objek dakwah atau mitra dakwah ialah: “orang yang dikenakan dakwah”, yaitu manusia secara global baik yang dekat maupun yang jauh, orang islam ataupun non islam, laki-laki maupun perempuan.
Dalam definisi lebih luas lagi bahwa kerabat-kerabat dekat dari pendakwah lebih didahulukan untuk di dakwahi atau diajak, dan lebih berhak daripada yang lain untuk di dakwahi, maka kerabat-kerabat dekat lebih utama atau lebih diutaman  untuk diberi pencerahan ataunpengetahuan (dakwah). Sebagaimana firman Allah:
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat” (QS. Asy-Syu’ara: 214).
Dan paling dekat nya kerabat dekat seorang pendakwah di lingkungannya ialah Dirinya sendiri (Pendakwah itu sendiri). Sebagaimana firman Allah:
“Sung guh beruntung orang yang mensucikannya (jiwaa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”.( QS. Asy-Syam: 9-10).
 Kemudian barulah dilanjutkan dakwah atau ajakan kepada keluargannya (pendakwah). Sebagaimana firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim: 6). Dan didalam ayat lain Allah berfirman: “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya.”(QS. Tha-Ha: 132). Kemudian barulah menyerukan atau mendakwah kan kepada seluruh kerabat, akan tetapi hendaknya mendahulukan kerabat-kerabat terdekat terlebih dahulu, kemudian barulah kepada tetangga-tetangga atau manusia-manusia lainnya.
Dan kamu lupa akan maksud dari keutamaan dan kedudukan dakwah ini yaitu untuk menghilangkan kelalaian yang sering terjadi di kalangan pendakwah-pendakwah saat ini, dimana mereka sibuk mendakwahkan orang lain daripada mendakwah kan diri mereka sendiri (sibuk mengajak orang lain kepada kebaikan sedang mereka sendiri tidak mengerjakannya atau lalai dalam hal tersebut) atau mereka (pada dai atau pendakwah) itu lebih banyak berdakwah kepada orang-orang yang jauh dari mereka sedang kerabat-kerabat dekat nya tidak di dakwahi, di ajak kepada kebaikan itu. Allah SWT berfirman: “Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-Baqarah: 44).
B.     Hak Mitra Dakwah
Sesungguhnya seorang objek dakwah itu mempunyai hak-hak, seperti hal nya dia mempunyai kewajiban-kewajiban, dan adapun hak yang paling utama seorang mitra dakwah berada dibawah tanggung jawab para penda’i pendakwah nya.
Hendaknya seorang pendakwah da’i itu benar-benar ingin mengajak, atau benar-benar ingin menyampaikan dakwah kepada mereka (mitra dakwah), dan jangan sampai dakwah yang disampaikan itu bersifat main-main atau tidak serius (tidak dipersiapkan dengan matang) seperti halnya salah satu hak dari para mitra dakwah itu ialah mereka semua menghendaki atau ingin (serius) dalam menerima dakwah dan   tidak ada satupun dari mereka yang meremehkan hal tersebut. Maka sungguh Allah SWT telah mengutus rasul-Nya kepada manusia, untuk memenuhi hak-hak mereka (manusia) di satu sisi, dan di sisi lain ialah untuk menyampaikan dalil atau firman Allah SWT.
Maka dari itu, syari’at agama menetapkan bahwa tidak ada sangsi atau siksa terhadap suatu kaum hingga di tunjukkan hujjah atau dalil baik itu ayat-ayat Allah kepada mereka. Sebagaimana firman Allah: “tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rosul” (QS. Al-Isra: 15)
Dan sungguh Rasulullah saw. telah menunaikan hak tersebut. Beliau memberi kabar gembira kepada umat dan mengingatkan mereka yang kemudian dakwah itu dilanjutkan setelah beliau oleh para sahabat. Menyebarkan agama untuk di seluruh penjuru dunia secara menyeluruh. Karena sesungguhnya dakwah ini tiada lain, kecuali bertujuan untuk mengangkis mereka dari kegelapan menuju alam yang terang benderang.
Allah swt. berfirman: “kamu (ummat islam) adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari hal yang mungkardan beriman kepada allah ((Ali Imron: 110))
Rasulullah saw. dalam menyebarkan dakwahnya, tidak pernah membeda-bedakan antara yang besar dan yang kecil, yang laki-laki dan perempuan, baik yang dekat maupun yang jauh.  Dakwah Beliau saw. kepada kerabat-kerabat tidak menjadikannya lupa akan dakwah beliau terhadap yang jauh, dakwahnya merata untuk seluruh ummat, kesibukan Beliau berdakwah kepada rakyat biasa tidak membuatnya mengesampingkan para pe mimpin, kepada kaum yang kuat juga tidak meninggalkan kaum yang lemah, dan ketika masa penyebaran dakwah itu ada sesuatu yang sulit dilakukan. Allah swt. berfirman ((Abasa: 1-4))
C.    Kewajiban mitra dakwah
Sesungguhnya  yang paling penting bagi mitra dakwah adalah sebagai berikut: yaitu agar supaya mitra dakwah  melaksanakan dakwah yang sebenarnya, maka objek dakwah tidak berhak mempertentangkan komitmen dakwah yang sudah dilakukan, jika hal tersebut ia lakukan maka berarti ia sama halnya membodohi dirinya, atau memang ia lemah dalam kepribadiannya. Seperti yang telah allah perintahkan kepada hambanya yang beriman untuk menyampaikan atau melaksanakan kebenaran. Allah swt berfirman.
 Dan jika seorang mitra dakwah  menerima  pesan dakwah yang telah ia dapatkan dan jangan meremehkan, sebab sesungguhnya ia berkewajiban untuk mengaplikasikan dan tidak menentangnya.
D.    Golongan Mitra Dakwah
Manusia akan tergolong dengan sendirinya setelah menerima pesan dakwah. Maka mitra dakwah mempunyai kewajiban untuk mendakwahkan kembali dan sebagian dari mereka juga tergolong menentang terhadap dakwah.
Lihat (ayat al-baqoroh 213)
 Maka sebagian dari mereka ada yang mendapatkan petunjuk dan ada pula yang tersesat, sehingga mereka melaksanakan dakwah dan ada pula yang menentang dakwah, sebagaimana ia mendapat atau memperoleh hidayah atau petunjuk namun ia mengingkarinya.
Sebagaimana yang telah ditetapkan di awal surat al-baqoroh bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan yaitu mu’min, kafir, munafik
Dan jika ditinjau dari dalil yang benar Al-Qur’an maupun hadist, maka kita dapat membagi objek dakwah menjadi dua bagian:
1.      Dari golongan muslim atau mu’min dan mereka mengetahui betul istilah-istilah dakwah. Dan mereka tergolong manusia yang di dakwahnya. Dan mereka tergolong dengan jumlah yang banyak
2.      Orang-orang kafir (non muslim) mereka juga  mengetahui istilah-istilah dakwah
a.      Golongan Orang Muslim
Klasifikasi orang Islam di tinjau dari dua aspek:
1. Kalangan orang tercerahkan dan tersesatkan
2. Kalangan orang skeptisme dan  aksiomatisme terhadap komitmen Islam.
          Adapun kalangan pertama terbagi menjadi dua elemen diantaranya: orang Islam mendapatkan petunjuk dan orang Islam yang berada dalam kesesatan. Dua hal tersebut yang acap kali di jadikan indikator oleh kita untuk menilai seseorang yg beragama dengan dalih karena munculnya sikap apatis orang-orang Islam terhadap kefundamentalisan dalam berkeyakinan, sehingga mengakibatkan mereka mengalami distorsi teologis (masih berada dalam koridor Islam). Sebagai salah satu representatif dari sikap di atas yaitu dengan munculnya pembiasan terhadap perspektif teologi Islam yang sangat ironis bagi keislamannya. Dimana hal tersebut sudah pernah terjadi pada kelompok syi'ah dan khawarij, dimana mereka yang cenderung mengadopsi paham tektualisme atau verbalisme sehingga menyebabkan pemahaman yang sempit akan subtansi ajaran Islam itu sendiri dan mengalami paradoksionalis teologis, namun lebih ironisnya lagi, mereka tidak tanggung-tanggung  mengkafirkan orang yang tidak sepaham sama mereka.
        Adapun klasifikasi kedua terbagi tiga elemen:
1. Kalangan pecinta kebaikan (orang shaleh)
2. Kalangan pendusta atau pelaku dosa
3. Kalangan pertengahan diantara mereka (moderatisme)
        Munculnya tiga kalangan tersebut bukanlah suatu ke-eksentrikan di zaman sekarang, akan tetapi hal tersebut menjadi suatu yang bersifat primordial dari sejak zaman pata rasul dahulu kala, sebagaimana yang di jelaskan dalam al-Quran surah al-Fathir: 32. Dimana dijelaskan dalam ayat tersebut tentang tiga indikasi golongan tersebut secara eksplisit yaitu orang-orang kafir, munafik dan golongan orang-orang pertengahan diantara mereka.
Di dalam hadis juga dibsebutkan tentang tiga golongan tersebut yang mana di riwayatkan oleh imam Tirmizi yg bunyinya: barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia kafir atau musyrik. (HR. Tirmizi).
      Dari beberapa deskripsi di atas tentang klasifikasi orang-orang Islam. Maka langakah selanjutnya bagaimana metode kita untuk mengajak atau mendakwahi mereka ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam, yaitu dengan cara mengetahui terlebih dahulu kondisi, karakter, paradigma diantara meraka dan pola kehidupan mereka. Yang tentunya harus di bumbui dengan retorika yang indah dan persuasif sehingga kita bisa merangkul mereka ke ajaran dan tuntunan islam yang benar serta tidak membahayakan nilai-nilai ideologi. Berikut beberapa metode yang akan di jelaskan di bawah ini sesuai dengan tingkatan klasifikasi di atas:
       Metode pertama untuk kalangan pecinta kebaikan atau orang-orang soleh yaitu dangan cara menambahkan atau mengokohkan sifat kebaikan dan ketakwaan terhadap mereka, perlu diketahui untuk mencapai atau menyelesaikan hal ini memerlukan estimasi waktu cukup lama.
      Metode kedua untuk kalangan para pelaku dosa atau pendusta yaitu dengan cara merangkul mereka atau mengayomi mereka, agar segera merenungkan agar kembali kepada tuhannya, dan membuang perbuatan tercela dengan sikap persuasif, sehingga mereka dapat menyesali perbuatan tercelanya.
       Metode ketiga untuk kalangan yang berada diantara kesolehan dan kedzaliman (moderatisme) yaitu dengang cara memberikan wejengan yang bersifat konsisten dalam menjalankan ketaatan ajaran islam dan megajaknya untuk meninggalkan hal yang tercela dengan cara yang persuasif yang tidak kalah pentingnya yaitu merekonsiliasi kembali nilai2 ideologi yang benar. Sebagaimana yng difirmankan Allah dalam al-Quran surah az-Zumar:53 dan QS. Al-A'rof: 209.
     Beginilah agama Islam mengajarkan pada kita tentang metode berdakwah yang persuasif dan benar dalam menghadapi beberapa kalangan atau komunitas yang berbeda. Diamana dri penjelasan di atas dapat disimpulkan bahawa dalam metodologi berdakwah  tidak pernah terlepas dari metode dan seni beretorika yang baik, agar tidak semena-mena dlam menjalankan dakwah sesuai dengan hawa nafsunya tanpa melihat aspek-orang, polarisasi masyarakat dan hal yang subtansional.
b.      Golongan orang-orang yang ingkar atau tidak percaya
Orang yang tidak percaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut;
1.      Ateis: yaitu golongan orang-orang yang mengingkari atau menyangkal keberadaan Allah Swt dan mereka menentangnya seperti halnya yang teradi di masa lalu sebagaimana telah diungkapkan dan diceritakan didalam Al-Qur’an Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita didunia ini (disanalah kita mati dan hidup  dan tidak akan dibangkitkan lagi,  dan mereka berkata kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan didunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakaln kita, kecuali masa tetapi mereka tidak mempunyai  ilmu tentang itu mereka hanya menduga-duga saja.
Seperti  halnya dengan hari yang mereka katakan, tidak ada tuhan, dan hidup itu adalah peljaran; 
2.      Orang-orang musyrik yang menyembah memuja berhala yaitu orang-orang  yang menyekutukan  allah swt  dengan yang lainny, dalam keyekinan ataupun ibadah yang tuhan beritahukan kepada kami dan mengatakan, sebagaimana golongan tersebut telah dibagi menjadi dua golongan yaitu:
a.       Kafir asli : adalah orang yang tumbuh besar (hidup) atas kekufuran , pengingkaran atau penentangan dan pemujaan terhadap berhala .
b.      Kafir murtad : adalah yang dulunya seorang muslim lalu kemudian ia kembali lagi kepada sebuah kekufuran kembali lagi ke agamanya yang semula .
Dan setiap golongan dari mereka mempunyai hukum-hukum tertentu yg berlaku pd golongan itu sendiri , dan mereka semua wajib kita ajak untuk beriman hanya  kepada Allah SWT ,dan meninggalkan kekufuran serta kemusyrikan mereka , dan betapa banyaknya ayat-ayat Al Qur'an yg telah menerangkan bagaimana untuk menyeru mereka.
3 -  Ahlul kitab : mereka adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Rasulullah Saw yang mana mereka itu adalah penganut agama-agama terdahulu , seperti orang Yahudi dan Kristen , dan mereka disebut ahlul kitab karena mereka ternisbatkan terhadap kitab-kitab agama mereka terdahulu dan mereka di sifatkan dengan sifat ini walaupun kebanyakan dari mereka yang terjerumus kepada kesyirikan dan pemujaan berhala , dengan meninjau dari asalnya , sebagaimana Allah telah menentukan mereka dengan beberapa hukum- hukum terdahulu .
Dan golongan ini juga wajib kita seru untuk beriman hanya kepada Allah SWT saja seperti golongan yang lainnya , dan beriman dengan rukun-rukun nya iman dan bahwasanya Islam itu merupakan agama terakhir , jikalau mereka sudah memenuhi panggilan atau seruan tersebut?,  maka baru kita seru mereka untuk melakukan amal-amal lainnya seperti shalat dan puasa , sebagaimana yang telah tertera dalam hadist yang di riwayatkan dari sahabat Mu'adz ra , bahwasanya Rasulullah Saw bersabda , beliau berkata kepada sahabat Mu'adz  " sesungguhnya kamu ( Mu'adz ) akan mendatangi suatu kaum dari ahlul kitab, maka jika kamu telah mendatangi berjumpa dengan mereka serulah mereka untuk bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah , dan sesungguhnya nabi Muhammad adalah utusan Allah , dan jika mereka mematuhi seruanmu untuk itu ( untuk bersyahadat ) , maka kabarkanlah kepada mereka bahwa Allah sungguh telah mewajibkan kepada mereka untuk mengerjakan shalat lima waktu .... ( Hadist ) .
Dan mereka tidak keluar dari hukum-hukum yang mencakup sifat - sifatnya ornag kafir , karena mereka tidak mengikuti seruan nabi Muhammad Saw , Allah SWT berfirman : " dan barang siapa mencari agama selain Islam , dia tdk akan di terima , dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi " ( Ali Imran : 85 )
4 - orang - orang munafiq : mereka adalah orang-orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislamannya atau mereka hanya Islam luarnya tapi sebenarnya batinnya kufur , dan mereka adalah galongan orang-orang kafir yang lebih mengkhawatirkan atau lebih berbahaya karena ketidakjelasan perkara mereka dan sandiwara mereka dihadapan orang lain , hal itu jelas  ketika mereka masuk berada di tengah orang - orang mu'min , oleh karena itu maka balasan siksaan terhadap mereka ( munafiqun ) lebih pedih / parah dari pada siksaan terhadap selain mereka .
Allah berfirman : " sungguh , orang orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka . Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka ,"  ( an nisa' : 145 )
Dan sebagaimana telah Allah firmankan yg menerangkan sifat - sifat mereka ( orang munafiq ) : "{142} sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah , tetapi Allah lah yang menipu mereka , apabila mereka berdiri untuk shalat mereka lakukan dg malas , mrk bermaksud riya' (ingin di puji ) di hadapan manusia . Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. { 143 } mrk dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tdk termasuk kpd golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah , mk km tdk akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya." ( an - nisa' 142 - 143 )
Dan sebagaimana juga Allah berfirman tentang mereka ( orang munafik ) : " {14} dan apabila mereka berjumpa dg orang yang beriman , mereka berkata " kami telah beriman " tetapi apabila mereka kembali kepada setan setan ( para pemimpin ) mereka , mereka berkata " sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok olok , ( Al Baqarah : 14 - 20 )
Dan mereka juga wajib diseru untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan sifat kemunafikan, sebagaimana yang lain diseru begitu juga, setiap golongan memiliki cara dalam berdakwah, orang yang kekufurannya telah jelas tidak sama seperti mendakwahkan orang yang kekufurannya masih tersembunyi, dan seterusnya Dan sesungguhnya selain orang orang yang beriman dalam setiap masa dan tempat, mereka tidak akan keluar dari galongan - golongan prinsip dasar orang orang kafir, ketika nama - nama mereka berbeda dan juga cara mendakwah mereka bermacam-macam , maka sungguh ini semua telah ada sejak dulu pada zaman nabi Saw , dan akan terus ada di tengah tengah manusia hingga hari kiamat Al Qur'an dan Sunnah nabi merupakan dua hal pedoman yang mencakup, memuat metode - metode berdakwah terhadap mereka dan juga cara untuk menghadapi mereka dan telah ditulis berbagai penyelidikan atau pembahasan - pembahasan tertentu tentang cara berdakwah terhadap mereka yang sangat berguna bagi penda'i dalam berdakwah kepada mereka .
Penutup
KARAKTERISTIK MITRA DAKWAH


Komentar

  1. Alhamdulillah... Karyanya Bagus. Ilmunya bisa bermanfaat

    BalasHapus
  2. Bagus tinggal di lanjutkan lg dan di kembangkan lgi ilmu.a

    BalasHapus
  3. Penulisan yg sangat bermanfaat,, semoga ilmu tersebut dapat diterima dengan mudah bagi para pembaca..

    BalasHapus
  4. Kalau bisa jangan antara muslim dan kafir tapi muslim dan non muslim
    Cukup memberikan wawasan di kalangan muda mudi

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Menarik, mungkin bisa di perluas lagi variabelnya sehingga wawasan kedalaman ilmu yg dikaji semakin dalam. Terima kasih

    BalasHapus
  7. Keren tau. Bagaimanapun karya ilmiah dengan reverensinya, penjelasan yang luas dan analisa yang tajam dari penulis juga tidak kalah penting. Karena salah satu tradisi cendekia muslim yang telah mendahui kita adalah "Yufassiru Ba'dhuhum Ba'dhan". Lanjutkan!

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah, menambah ilmu baru . Terimakasih 🙏

    BalasHapus
  9. Ide tulisannya bagus, hanya saja tatanan bahasanya perlu dipercantik lagi dengan banyak latihan. Dan penulisan ilmiah gak sama seperti nulis cerpen, esai dan yang lainnya. Jadi pelajari pula cafa nulis ilmiahnya.

    Lanjutkan dan kembangkan.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah om hendi udh move on... Lanjutkan om hendi jgn putus tengah jalan... Semangat...!!!

    BalasHapus
  11. Kereeeen, semoga bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus
  12. Super sekali, lanjutkan bang hendi

    BalasHapus
  13. Hasil terjemahan yg apik!
    Semoga bisa menjadi refrensi bagi yang membutuhkan kelak!
    Good job.

    BalasHapus
  14. Mantap gan!!! hehe
    Semoga bisa memberi manfaat yang besar untuk perkembangan dakwah....

    BalasHapus
  15. Keren kalii, cukup keren, keren kaliiii.

    Semoga bermanfaat bgi pembaca

    BalasHapus
  16. bagus 👍
    terua kembangkan dan terimakasih ilmunya

    BalasHapus
  17. Jadi bersemangat nih buat dakwah. Semangat min ditunggu karya selanjutnya semoga lebih baik dan lebik menarik

    BalasHapus
  18. Terimakasih atas share ilmunya yang manfaat ini :-)

    BalasHapus
  19. Nice, ditunggu karya selanjutnya ....

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Sangat menambah ilmu khususnya bagi para pedakwah

    BalasHapus
  22. Terima kasih sudah menambah wawasan baru saya ��

    BalasHapus
  23. wah.. menarik kakak.. nice info. harusnya ini sebagai wawasan juga bagi orang di luar. apalagi orang yang membenci kaum kafir yang harusnya jadi objek dakwah dan dapat dakwah. eh, malah dimusuhi... :'(

    BalasHapus
  24. Pembahasannya sangat menarik namun untuk penulisannya perlu diperbaiki lagi, karena beberapa kata disingkat.

    BalasHapus
  25. Terimakasih atas tulisannya, ini bisa membuat calon dai lebih memahami mitra dakwah

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  27. Subhanallah luar biasa srkali, ilmunya bisa jadi motivasi kedepan agar lebih baik

    BalasHapus
  28. Good idea, sangat bermanfaat bagi para pembaca.

    BalasHapus
  29. Bagus sekali bang Hendi mantap (y), dilanjutkan terus menulis dan berkaryanya!
    .
    #SalamAksara

    BalasHapus

Posting Komentar